Kepala KUA Kepohbaru Warsito, S.Ag, M.H saat menyampaikan materi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah pada kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kecamatan. (Tim Redaksi KUA Kepohbaru)
Kepala KUA Kepohbaru Warsito, S.Ag, M.H saat menyampaikan materi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah pada kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kecamatan. (Tim Redaksi KUA Kepohbaru)
Kepala KUA Kepohbaru Berikan Materi Pelestarian Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah kepada Tim Pendamping Keluarga
Penulis : Tim Redaksi KUA Kepohbaru - 11 Juni 2026
KEPOHBARU - Kepala KUA Kecamatan Kepohbaru, Warsito, S.Ag., M.H., memberikan materi tentang cara melestarikan keluarga sakinah, mawadah, warahmah dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kecamatan Kepohbaru.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para kader TPK, bidan desa, serta istri kepala desa yang berasal dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Kepohbaru.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan berbagai materi yang berkaitan dengan pembentukan dan pemeliharaan keluarga harmonis, mulai dari pengertian sakinah, mawadah, warahmah, landasan syariat, tujuan berkeluarga, hingga pilar-pilar utama yang harus dimiliki setiap keluarga muslim.
“Keluarga sakinah, mawadah, warahmah bukan hanya menjadi cita-cita setiap pasangan, tetapi juga harus terus dirawat dan dipelihara melalui keimanan yang kuat, komunikasi yang baik, serta sikap saling menghormati dan menyayangi antaranggota keluarga,” ujarnya di hadapan para peserta.
Selain itu, ia juga mengulas tantangan keluarga modern yang semakin kompleks, seperti pengaruh media sosial, kesibukan pekerjaan, dan berkurangnya waktu berkualitas bersama keluarga. Menurutnya, berbagai tantangan tersebut perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan disharmoni dalam rumah tangga.
“Ketika komunikasi mulai berkurang dan rasa empati melemah, maka konflik akan lebih mudah muncul. Karena itu, keluarga perlu membangun kebiasaan berdialog, saling mendengarkan, dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin serta semangat musyawarah,” jelasnya.
Ia berharap para kader TPK, bidan desa, dan seluruh peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dalam menguatkan ketahanan keluarga.
“Melalui peran Tim Pendamping Keluarga, kita dapat bersama-sama membantu mewujudkan keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkualitas sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berakhlak mulia, serta berdaya saing di masa depan,” pungkasnya. (*)