Kepala KUA Kepohbaru Warsito S.Ag, M.H dan Ketua MUI Kepohbaru KH. Gufron Ilham saat melakukan sosialisasi gerakan rashdul qiblat kepada pimpinan ormas. (tim redaksi)
Kepala KUA Kepohbaru Warsito S.Ag, M.H dan Ketua MUI Kepohbaru KH. Gufron Ilham saat melakukan sosialisasi gerakan rashdul qiblat kepada pimpinan ormas. (tim redaksi)
KUA Kepohbaru Perkuat Sinergi Lintas Ormas Lewat Sosialisasi Gerakan Nasional Rashdul Kiblat
Penulis : Tim Redaksi KUA Kepohbaru - 13 Juli 2026
KEPOHBARU – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepohbaru menggelar Sosialisasi dan Koordinasi Gerakan Nasional Rashdul Kiblat pada Senin (13/7/2026) di Kantor MWC NU Kepohbaru. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, serta pengelola masjid se-Kecamatan Kepohbaru sebagai bentuk penguatan sinergi dalam menyukseskan pelaksanaan Gerakan Nasional Rashdul Kiblat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Kecamatan Kepohbaru KH. Gufron Ilham, perwakilan NU, Muhammadiyah, LDII, Dewan Masjid Indonesia (DMI), para takmir masjid se-Kecamatan Kepohbaru, Camat Kepohbaru, Kapolsek, Danramil, serta jajaran KUA Kecamatan Kepohbaru.
Mengawali kegiatan, Ketua MUI Kecamatan Kepohbaru KH. Gufron Ilham mengajak seluruh elemen umat Islam untuk menjadikan Gerakan Nasional Rashdul Kiblat sebagai momentum memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di masjid.
"Rashdul Kiblat merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan arah kiblat sesuai tuntunan ilmu falak. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah, bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk bersama-sama menyempurnakan pelaksanaan ibadah," ujar KH. Gufron Ilham.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Kepohbaru, Warsito, S.Ag., M.H., menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Rashdul Kiblat memanfaatkan fenomena ketika Matahari tepat berada di atas Ka'bah sehingga bayangan benda yang tegak lurus dapat dijadikan acuan penentuan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.
"Momentum Rashdul Kiblat hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu setiap tahun. Karena itu kami mengajak seluruh pengurus masjid dan musala memanfaatkannya sebaik mungkin agar arah kiblat dapat dipastikan dengan metode yang sederhana, ilmiah, dan akurat," tutur Warsito.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala KUA beserta jajaran mengenai teknis pelaksanaan Rashdul Kiblat, mulai dari persiapan alat, penentuan waktu, hingga tata cara pengamatan yang benar.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti simulasi pelaksanaan Rashdul Kiblat. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pemahaman teknis secara langsung sehingga diharapkan mampu menerapkannya di masjid dan musala masing-masing pada saat pelaksanaan Gerakan Nasional Rashdul Kiblat.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Kepohbaru berharap terbangun kesamaan pemahaman dan langkah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung akurasi arah kiblat, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas organisasi keagamaan dan pemerintah dalam memberikan pelayanan keagamaan yang semakin baik kepada masyarakat. (*)