Kepala KUA Kepohbaru Warsito S.Ag, M.H (baju hitam) mengajari Penghulu baru terkait prosesi akad nikah. (tim redaksi)
Kepala KUA Kepohbaru Warsito S.Ag, M.H (baju hitam) mengajari Penghulu baru terkait prosesi akad nikah. (tim redaksi)
Tingkatkan Kompetensi Penghulu Baru, Kepala KUA Kepohbaru Gelar Simulasi Prosesi Akad Nikah
Penulis : Tim Redaksi KUA Kepohbaru - 30 Juni 2026
KEPOHBARU – KUA Kecamatan Kepohbaru menggelar simulasi prosesi akad nikah, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini digelar untuk memberikan pembekalan kepada para Penghulu Ahli Pertama yang baru diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Para penghulu tersebut merupakan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil seleksi tahun 2024 yang resmi diangkat menjadi PNS terhitung mulai 1 Mei 2026. Mereka juga telah dilantik dalam Jabatan Fungsional Penghulu Ahli Pertama dan akan segera melaksanakan tugas pelayanan pencatatan nikah kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para penghulu mempraktikkan secara langsung seluruh tahapan pelaksanaan akad nikah, mulai dari pemeriksaan akhir dokumen calon pengantin, penyampaian khutbah nikah, pelaksanaan ijab kabul, penandatanganan dokumen nikah, hingga penyerahan buku nikah. Simulasi ini bertujuan untuk memastikan setiap penghulu memahami prosedur pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala KUA Kecamatan Kepohbaru, Warsito, S.Ag., M.H., menegaskan bahwa seorang penghulu tidak hanya dituntut menguasai aspek fikih munakahat, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
"Penghulu adalah representasi Kementerian Agama di tengah masyarakat. Karena itu, setiap pelayanan harus dilaksanakan dengan penuh integritas, ketelitian, dan tanggung jawab agar masyarakat memperoleh layanan yang prima serta memiliki kepastian hukum atas peristiwa nikah yang dilaksanakan," ujar Warsito.
Ia juga mengingatkan agar para penghulu senantiasa menjaga marwah profesi serta terus meningkatkan kompetensi seiring perkembangan regulasi dan kebutuhan masyarakat.
"Jangan pernah berhenti belajar. Jadilah penghulu yang amanah, profesional, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi teladan dalam memberikan bimbingan kepada calon pengantin untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah," pesannya.
Warsito berharap pembekalan melalui simulasi ini dapat menjadi bekal awal bagi para penghulu baru sebelum diterjunkan ke lapangan. Sehingga mereka semakin percaya diri dan siap melaksanakan tugas pelayanan pencatatan nikah secara profesional. “Harapan kami mereka mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di wilayah kerja KUA Kecamatan Kepohbaru,” pungkasnya. (*)